Senada, Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K, M.I.K, menekankan bahwa, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam penanganan darurat. “Ketika bencana datang, semua sekat harus hilang. Tidak ada TNI, tidak ada Polri, tidak ada instansi. Yang ada hanyalah semangat gotong royong untuk menyelamatkan masyarakat,” ujarnya tegas.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Trenggalek, Drs. Stefanus Triadi Atmono, M.Si, menjelaskan bahwa, Trenggalek termasuk salah satu kabupaten paling rawan bencana di Jawa Timur. Topografi pegunungan, curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil membuat wilayah ini sering dilanda longsor dan banjir. “Apel ini adalah pengecekan akhir kesiapan. Kita pastikan seluruh perlengkapan, mulai dari alat berat hingga perahu karet, bisa langsung digunakan kapan pun dibutuhkan,” jelasnya.













