Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), yang turun langsung mengkomandoi para prajurit dalam pelaksanaan penanganan karhutla di wilayah TNWK bersama Forkopimda lainnya mengatakan percepatan penanganan juga dilakukan dengan mengerahkan berbagai kemampuan dan teknologi, termasuk water bombing serta drone penyemprot. “Kita juga datangkan drone semprot dengan kapasitas 16 liter, 30 liter, dan 100 liter, sehingga bisa bolak-balik ngisi, diterbangkan ke tempat-tempat yang memang susah dijangkau dengan jalan kaki,” ucap Pangdam.
Sementara itu Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan bahwa pengerahan kekuatan TNI dalam penanganan karhutla merupakan bentuk respons cepat dan komitmen TNI dalam melindungi masyarakat serta lingkungan. “TNI akan terus mengoptimalkan seluruh kemampuan yang dimiliki dan bersinergi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif,” tegas Kapuspen TNI.













