Dalam pelaksanaannya, pesawat Hercules menuju Palembang membawa 1,2 ton dry ice dan 5 ton natrium klorida (NaCl) atau garam, sedangkan pesawat Hercules yang beroperasi di wilayah Banjarmasin membawa 1,2 ton dry ice. Sementara itu, Airbus A400 mengangkut empat kontainer untuk penyimpanan dry ice guna mendukung kebutuhan operasi di kedua wilayah tersebut.
Melalui operasi ini, TNI terus mendukung upaya terpadu penanganan Karhutla bersama instansi terkait. Operasi modifikasi cuaca diharapkan dapat menciptakan kondisi yang mendukung terbentuknya hujan sehingga membantu penanggulangan Karhutla serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.













