Bandung, BEDAnews
Dalam waktu kurang dari dua minggu, jajaran Unit Reskrim Polsekta Cidadap berhasil menciduk empat pelaku pencurian kendaraan bermotor roda 2 yang kerap beraksi di wilayah hukum Polsekta Cidadap.
Untuk memuluskan aksinya, salah seorang pelaku berpura-pura menjadi anggota TNI yang sedang membawa kendaraan curian. Keempat pelaku, yakni ST alias Ateng, AS, SM, dan IS. Dari hasil pengembangan polisi, dua orang tersangka ST dan AS diserahkan ke Polres Soreang karena beraksi di wilayah tersebut, sedangkan SM dan IS yang menjadi penadah ditahan di Polsekta Cidadap.
Kapolsekta Cidadap Kompol Sutorih didampingi Kanit Reskrim AKP Simangunsong mengatakan, awal penangkapan kawanan ini berawal dari laporan yang diterima pihaknya belum lama ini di Jalan Sersan Surip telah terjadi aksi pencurian.
"SM menggunakan seragam TNI untuk memuluskan aksinya. Seragam tersebut juga digunakan saat akan mengantarkan sepeda motor hasil curian ini ke Pangandaran, Ciamis dan sekitarnya. Hal ini dimaksudkan agar terhindar apabila ada pemeriksaan operasi kepolisian," kata Sutorih kepada wartawan di Mapolsekta Cidadap, Jalan Setiabudi, Rabu (10/4/2013).
Sutorih menyebutkan, setiap melakukan aksinya, SM ditemani oleh IS (29), keduanya ditangkap saat akan menjemput dua sepeda motor curian yang dilakukan oleh AS, yakni Yamaha Jupiter MX dan Yamaha Mio di Soreang.
Dari pengakuan tersangka SM mengaku, sudah 3 bulan ini ia menjadi penadah motor curian. Sebanyak 7 motor bodong (tanpa surat) itu dibelinya dari dua orang pencuri spesialis sepeda motor berinisial Z asal Lampung dan AS alias A dengan harga Rp. 1,5 juta.
“Saya pakai baju seragam TNI untuk memperlancar transaksi dan lebih dihargai,” aku SM. Motor-motor yang dibelinya, kemudian dijual lagi ke daerah Ciamis dengan harga Rp. 900 ribuan. Dari tangan tersangka polisi menyita beberapa barang bukti yaitu satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX dan satu setel seragam PDH TNI lengkap.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Sutorih juga menyerahkan motor curian kepada pemiliknya, yakni Serka Muhammad Khaerul yang bertugas sebagai instruktur di Secapa AD.
"Alhamdulillah motor dalam waktu dua minggu sudah ditemukan. Saya sangat mengapresiasi kinerja Polsekta Cidadap yang bekerja sangat maksimal dan cepat dalam menanggapi laporan dari warga," pungkas Serka M Khaerul. (Lanie)











