PACITAN || Bedanews.com – Meski tujuh tahun telah berlalu, banjir bandang yang melanda Pacitan pada tahun 2018 masih menyisakan luka mendalam bagi sebagian warga. Salah satunya dialami oleh Suryadi, warga Dusun Nguteran, Desa Pagutan, Kecamatan Arjosari. Rumah miliknya menjadi salah satu korban keganasan banjir saat itu.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sebagian besar bangunan rumahnya, bahkan nyaris roboh.
“Waktu itu rumah saya hampir roboh karena banjir. Setelah itu, saat hujan deras genteng-gentengnya bocor semua, sudah lapuk, akhirnya hancur,” kenangnya ditemui di rumahnya, Kamis (28/8/2025).
Akibat kondisi tersebut, Suryadi terpaksa menumpang di sebuah Ruko, dekat kantor Koramil 0801/01 Arjosari. Kehidupannya yang serba keterbatasan membuatnya tak mampu lagi memperbaiki rumahnya. Jangankan untuk memperbaiki rumah, bisa cukup untuk makan sehari-hari saja sudah bersyukur.













