Prof Mahmud memberikan rumus dalam membantu keluarga itu harus ikhlas, “Terima apa adanya. Jangan menuntut sempurna. Peran kita tutup kekurangan, kejelekan, auratnya, pertontonkan kelebihannya dalam rangka memberikan motivasi, inspirasi. Kita memiliki teladan yang pernah dicontohkan oleh Siti Khodijah,” tandasnya.
“Yuk bangun kemauan, kesungguhan, keseriusan. Saya berharap dihari Ibu kita bisa mengambil hikmah untuk mengevaluasi, kalau belum, yuk perbaiki. Caranya dengan perankan Ibu. Seperti dalam teori pensil, ibu sehebat apa pun harus difungsikan, torehkan prestasi, apa yang dilakukan. Yuk saatnya pertontonkan segala prestasi, agar terus memberikan motivasi, inspirasi,” pesannya.
Ketua DWP UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Hj. N. Cucu Rohayati Mahmud didampingi oleh Sekretaris DWP Hj. Teti Ratnasih menjelaskan Panca Dharma Wanita, yaitu Wanita sebagai Istri Pendamping Suami, Wanita sebagai Ibu Rumah Tangga, Wanita sebagai Penerus Keturunan dan Pendidik Anak, Wanita sebagai Pencari Nafkah Tambahan, Wanita sebagai Warga Negara dan Anggota Masyarakat.













