Penetrasi ekonomi pasar, kebijakan pembangunan, dan perubahan iklim mendorong peningkatan mobilitas warga, baik sirkuler maupun semi-permanen. Fenomena ini menciptakan paradoks: membuka akses ekonomi dan pengetahuan baru, namun berpotensi mengikis sistem pengetahuan tradisional, melemahkan kohesi sosial berbasis adat, dan mengubah pola pengelolaan lingkungan yang selama ini terjaga.*** har/rls
Page 3 of 3













