Bandung BEDAnews.com
30 persen dari sekitar 5.250 asset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih Idle alias belum memiliki kejelasan atas status hukum kepemilikannya, Bahkan yang sudah bersertifikatpun ternyata kalah di MA.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat Dr. Sunatra kepada wartawan di Bandung. Selasa
Sejauh kami pantau di kabupaten Kota termasuk Kota Bandung banyak asset-asset yang idle, karena itu kami mengharapkan kepada pemerintah, kepada eksekutif untuk berhati-hati jangan keenakan.
Jangan terlalu merasa sudah puas, sudah aman, kalau asset itu statusnya hukumnya belum jelas maka segeralah diselesaikan.!” Pinta Sunatra
Dengan status yang tidak jelas tersebut dikhawatirkan asset milik pemprov Jabar tersebut sangat rawan untuk beralih kepemilikan, seperti halnya asset Pemprov Jabar di Jalan dago. Yang bahkan sudah bersertifikat.
Karena itu Sunatra meminta pemerintah untuk segera membereskan kalau pemerintah tidak bisa membereskan maka pihak ketiga diharapkan ikut membereskan, dengan adanya pihak ketiga mungkin akan lebih terkontrol.
Lebih jauh diungkapkan Sunatra. Gara-gara dago ini juga dikhawatirkan akan banyak SD Inpres, SMP sampai SMA Inpres akan bermasalah, karena ternyata banyak diantaranya yang berada ditanah ahli waris, yang surat menyuratnya tidak jelas, memang pada saat itu diminta oleh pemerintah, nah sekarang kan, anak cucunya minta !.
“Contohnya di Sumedang, SMPN Darmaraja sekolah akang dahulu, sekarang itu ahli waris pangeran Sumedang mau menggugatnya, diminta oleh ahli waris .”Katanya
“Jadi itu artinya ada banyak aset yang bermasalah!” Pungkasnya@h













