Maksud dari frasa “kabad” pada ayat tersebut adalah bahwa manusia diciptakan dalam keadaan penuh kepayahan, kesulitan, dan perjuangan hidup. Sejak pertama kali lahir, manusia sudah berhadapan dengan berbagai bentuk kesulitan, mulai dari rasa sakit, kebutuhan jasmani, ketergantungan, hingga perjalanan hidup yang panjang dengan segala dinamika dan ujiannya. Mereka tidak pernah benar-benar lepas dari usaha, tantangan, dan keadaan yang berubah-ubah. Inilah hakikat hidup di dunia, tempat di mana setiap jiwa dari kita semua pasti akan melalui masa-masa berat dan juga masa-masa yang tidak pasti sebagaimana yang kita rasakan saat ini. Demikian penjelasan Syekh Dr. Wahbah bin Musthafa az-Zuhaili dalam kitab Tafsir al-Munir fil Aqidah was Syari’ah wal Manhaj, jilid XXX, halaman 245:













