Maka Ramadan hanya akan menjadi rutinitas tahunan, bukan momentum perubahan. Ingatlah, setiap Ramadan yang datang belum tentu kita jumpai lagi tahun depan. Bisa jadi inilah Sya’ban terakhir dalam hidup kita. Bisa jadi ini adalah kesempatan terakhir Allah membuka pintu rahmat selebar-lebarnya.
Karena itu, sebelum Ramadan mengetuk pintu, Bukalah pintu hati kita lebih dahulu. Tutup Sya’ban dengan istighfar. Tutup Sya’ban dengan air mata taubat.
Tutup Sya’ban dengan tekad perubahan.
Pada akhirnya, Menutup Sya’ban berarti menutup dosa dengan istighfar. Bersiap membuka hati berarti menyambut Ramadan dengan jiwa yang bersih, rendah hati, dan penuh harap kepada Allah. Semoga ketika Ramadan tiba, kita tidak sekadar memasuki bulan suci, tetapi benar-benar memasuki fase kehidupan yang lebih bersih, lebih tunduk, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Wallohu alam













