Untuk mengimplementasikan RME dan IHS di Indonesia, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan agar RME mudah digunakan, selamat, aman, gratis dan bermanfaat sehingga masyarakat mau menggunakannya. Untuk itu, RME harus dapat diakses melalui berbagai cara, baik menggunakan aplikasi mobile, QR code, no KTP, no Rekam Medis atau biometrics pasien seperti sidik jari, wajah atau retina. Penggunaan wajah untuk mengakses rekam medis merupakan solusi yang terbaik, karena akan banyak menyelamatkan nyawa pasien. Restrukturisasi rekam medis perlu dilakuan sehingga data yang tersimpan mudah dimanfaatkan untuk tujuan pelayanan, penelitian dan perumusan kebijakan. RME perlu segera dibuat sehingga masyarakat “kecanduan” menggunakan RME, sama halnya ketika masyarakat “kecanduan” menggunakan internet. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat sebuah sistem informasi resiko penyakit penyebab kematian menggunakan artificial intelligence dan RME yang dimiliki oleh setiap orang. Hal ini akan menjadikan orang untuk selalu sadar akan pentingnya hidup sehat, dan mengetahui dampaknya secara kuantitatif dari RME masing-masing. RME kedepan juga perlu dikembangkan terus menerus sehingga dapat menjadi sebuah smart clone untuk setiap orang. Selain itu, integrasi dengan sistem informasi di berbagai fasyankes, merupakan pekerjaan rumah yang besar yang harus diselesaikan dalam kurun waktu 2 tahun kedepan.













