Cimahi, BEDAnews
Ada sesuatu yang berbeda berlangsung di Gedung Sudirman Jalan Gatot Subroto Cimahi. Pasalnya, salah satu gedung cagar budaya tersebut menjadi saksi sejarah bagi para seniman Kota Cimahi. Pada Selasa (30/10) malam, gedung yang dibangun pada 1888 itu menjadi tempat berekspresi para seniman Cimahi.
Menurut Ketua Dewan Kesenian Cimahi (DKC) Dede Syarif, awalnya pihaknya berharap Pemerintah Kota Cimahi bisa memfasilitasi supaya gedung Rio menjadi pusat kegiatan para seniman di Kota tentara ini, namun entah kenapa gedung milik Pemprov Jabar itu sekarang menjadi pusat counter seluler.
“Kami pernah mengusulkan kepada pemerintah supaya bisa menggunakan gedung Rio sebagai tempat aktivitas para seniman, namun usaha kami tak membuahkan hasil,” paparnya.
Dikatakan Dede, seyogyanya pihak pemerintah bisa memberikan dukungan atas eksistensi para seniman di Kota Cimahi, dengan memfasilitasi tempat. Namun karena terkendala anggaran sampai saat ini keinginan dari para seniman belum bisa terealisasi dengan baik.
Akhirnya dengan berbagai usaha dari berbagai pihak, sejumlah seniman di Kota cimahi menggandeng pihak swasta untuk mewujudkan keinginan tersebut. “Alhamdulillah ada investpr bernama Feri yang mau menyewa gedung Sudirman selama 10 tahun untuk tempat ekspresi para seniman di Kota Cimahi,” ucapnya.
Dengan investasi sekitar Rp. 1,5 Miliar, akhirnya gedung bersejarah peninggalan Belanda itu sekarang bisa dimanfaatkan untuk para seniman dan masyarakat umum melakukan aktivitas berkesenian dan kepentingan lainnya.
Gedung yang pernah digunakan untuk Kantor anggota DPRD Kota Cimahi periode 2002-2004 ini, akhirnya dilakukan restorasi, sehingga kondisinya jadi lebih refresentatif. Launching The Historich sendiri, dilakukan oleh Wakil Walikota Cimahi Sudiarto, tadi malam, sejumlah undangan, para praktisi seni dan warga Kota Cimahi menghadiri acara pembukaan tadi malam.












