*_Catatan publik soal bohong justru komoditi spesial politik Jokowi dan unlimited hingga saiki._*
Lalu setelah menghukum Beliau, Jokowi selaku “produsen” terbesar melalui Jokowi lovers di Senayan, Pasal Bohong serta merta seenak udelnya dihapuskan, mungkin khawatir resiko bumerang ke tubuh komisaris utama yang merangkap presiden direktur pabrik bohong ?
Parameter figur seorang pemimpin, ‘halal’ andai ada pendapat publik, yang mengatakan, “value edukatif Jokowi super mini, wabil khusus dari sisi moralitas dan mentalitas lebih banyak mudhoratnya dibanding manfaatnya”. Dan tentu saja perspektif publik ini butuh klarifikasi dan konfirmasi berbasis fakta, bukan ‘berbalas’ implikasi laporan polisi.
Ustad ABB mulia sosok ulama jajaran ‘kelas wahid’, (andai ada nilai strata untuk figur para ulama), yang pastinya Ustad ABB 100 prosen memahami apa terminologi ‘darurat’ dan makna subtansial ‘innama a’malu binniyah’, Ustad ABB sendiri belum pernah terdengar mengkoreksi pedas ulama kelas berat sampai dengan kelas bulu bahkan sekelas ‘ustad banci tampil.’













