Kapitalisme itu sendiri adalah paham yang menjadikan materi sebagai tolok ukur kehidupan. Kapitalisme ini telah merusak dan menghancurkan keluarga muslim dengan menghimpit kehidupan mereka, terutama di bidang ekonomi. Karena itu tidak sedikit dari para ibu yang ikut mencari nafkah demi tercukupinya kebutuhan keluarga. Perkembangan anak baik moral maupun agamanya tidak terpantau hingga tak sedikit terjerumus pada permasalahan remaja termasuk di antaranya pergaulan bebas.
Sungguh, merangkul demokrasi sekuler kapitalis sebagai ideologi negara hanya akan membuat negara itu hancur secara perlahan. Karena aturan hidup yang digunakan adalah aturan hasil buah pikir manusia yang lemah dan terbatas. Maka tidak heran kerusakan pun terjadi di berbagai sendi kehidupan, termasuk kehidupan generasi muda. Aturan dalam sistem demokrasi bukannya menyelesaikan masalah, akan tetapi justru membuat masalah baru. Revisi undang-undang pernikahan dan sertifikasi nikah misalnya.













