Perlu digarisbawahi, lanjut Kang Osin sapaan akrabnya, ketika kita memperingati kemerdekaan kita harus mensyukuri kemerdekaan dengan cara terus menempa diri, meningkatkan kualitas diri, dan daya saing supaya kita bisa bersaing dan jadi bangsa yang unggul. Kemudian kita mesti berprilaku jujur, tidak berkhianat pada bangsa yang mengarah pada praktik yang buruk seperti korupsi.
Tentunya diusianya 81 kemerdekaan ini, ia menyebutkan, harus matang dalam pikiran, sikap diri artinya rausyan fikr (pemikir, kaum pencerah”, atau intelektual progresif) dan dhomir ( intelektual dan spritual ) yang baik lebih bijak, lebih teliti.
“Artinya kita harusnya lebih maju dan beradab, seperti persoalan yang terjadi pada saat kita dihadapkan pada kematian dialogis (bersifat terbuka, komunikatif, dan mengutamakan proses tanya-jawab atau tukar pikiran dua arah (bukan satu arah),” ujarnya.













