Pada tahun 2022, volume perdagangan bilateral kedua negara mencapai 254,9 juta dolar AS, meningkat signifikan sebesar 11 persen dari tahun sebelumnya. Karena itu, LaNyalla meyakini bahwa apabila ruang lingkup kerja sama ini diperluas mencakup 500 kabupaten/kota di Indonesia, maka nilai perdagangan bilateral bisa meningkat jauh dari capaian saat ini, khususnya di bidang perdagangan komoditas pertanian dan perikanan, industri rumah tangga, manufaktur, serta industri kreatif yang kini marak di Indonesia.
“Ada banyak peluang investasi di bidang infrastruktur, energi dan transportasi darat, kemaritiman, serta komunikasi udara dan sektor lainnya yang bisa digarap oleh investor Ceko,” terang LaNyalla.
Untuk itu, kata LaNyalla, Senat Ceko dapat mendorong interaksi yang lebih luas antara perusahaan-perusahaan Ceko dan perusahaan-perusahaan di berbagai provinsi Indonesia. “Jadi tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. Senat kedua negara dapat mendorong realisasinya,” imbuh LaNyalla.











