Ia juga mengingatkan bahwa, politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak boleh kehilangan dimensi moral. Politik harus menjadi ruang pengabdian untuk melayani umat dan mencapai kemaslahatan bersama.
Kesalehan tidak boleh berhenti di ruang privat, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sosial, dakwah, dan kebangsaan. Karena itu, usia 110 tahun bukanlah garis akhir perjuangan Mathla’ul Anwar, melainkan tonggak untuk semakin memperkuat peran organisasi sebagai perajut moral kebangsaan.
Dukungan terhadap Mathla’ul Anwar juga disampaikan Bupati Bogor, H. Rudy Susmanto, S.Si. Ia mengapresiasi kontribusi Mathla’ul Anwar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui keberadaan madrasah yang telah hadir hingga ke pelosok daerah.













