Lebih lanjut disampaikan, sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan lembaga hidrografi yang mampu menjamin ketersediaan data dan informasi kelautan yang berkualitas. Dalam konteks tersebut, Pushidrosal memiliki peran ganda (dual role) sebagai satuan kerja TNI Angkatan Laut sekaligus Lembaga Hidrografi Nasional. Lima pilar fungsi Pushidrosal meliputi fungsi militer, pelayanan umum, penerapan lingkungan laut, diplomasi, dan penelitian.
Dalam perspektif pertahanan, Danpushidrosal menekankan bahwa pemahaman terhadap karakteristik medan laut merupakan bagian fundamental dari keberhasilan operasi militer. Data batimetri, arus, pasang surut, dan karakteristik dasar laut yang akurat diperlukan dalam mendukung berbagai operasi, termasuk pergerakan kapal selam, pendaratan amfibi, maupun perencanaan operasi ranjau laut.













