• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Tekan Penyebaran HIV/AIDS, Sumedang Bentuk WPA

Tekan Penyebaran HIV/AIDS, Sumedang Bentuk WPA

Asep Budi by Asep Budi
13 Mei 2013
in Tak Berkategori
3
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sumedang, BEDAnews

Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Sumedang, terus bekerja keras untuk menanggulangi HIV/AIDS dan mencegah penyebaran virus penyerang imun tubuh ini. KPA Sumedang kini membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) di setiap kecamatan yang nantinya akan bertugas menyosialisasikan HIV/AIDS kepada seluruh lapisan masyarakat mulai dari penyebab, pencegahan, dan penyebaran, serta penanggulangannya.

WPA yang pembentukannya sudah dilakukan mulai April 2013, dibentuk untuk memudahkan penyampaian informasi terkait HIV/AIDS kepada masyarakat. Hal ini mengingat informasi yang disampaikan petugas medis atau pekerja sosial lainnya, sulit diterima dan diserap warga.

Menurut Program Officer KPA Sumedang, Tita Anarita, WPA dibentuk dengan tujuan yang hampir sama dengan KPA yaitu menyosialisasikan, mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS. Dengan WPA informasi akan lebih mudah dan cepat diterima masyarakat karena datang dari masyarakat sendiri, katanya saat ditemui Bedanews.com, Senin (13/5/2013).

Tingginya angka temuan kasus HIV/AIDS di Sumedang dari tahun ke tahun, lanjut Tita, membuat KPA harus bekerja lebih keras lagi bersama pihak terkait lainnya untuk mengendalikan penyebaran virus ini. Berubahnya metode penyebaran HIV yang mulai dialami oleh ibu rumah tangga akibat dari pasangannya yang berperilaku sek bebas. Selain itu, penyebaran HIV/AIDS juga sudah mengancam terjadi di tengah-tengah kalangan pelajar mengingat 20 persen dari 1200 orang pria beresiko tinggi adalah pelajar.

“Jadi kita semua harus waspada dengan penyebaran HIV/AIDS di tengah-tengah masyarakat yang semula tidak kita duga, nah, upayanya yaitu membentuk WPA. Semoaga saja bisa membantu,” harap Tita.

Pembentukan WPA sudah dilakukan mulai April 2013. Setiap ada pencanangan, KPA mengundang tokoh masyarakat dari berbagai latar bekalang pekerjaan. (Sighar)

BeritaTerkait

Estafet Kepemimpinan Kodim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf Priyo Handoyo Serahkan Jabatan kepada Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto

8 November 2026

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026
Previous Post

PPP Targetkan Kuasai 9 Kepala Daerah di Jabar

Next Post

Warga Cimahi Resah, Tabung Gas Sering Bocor

Related Posts

TNI-POLRI

Estafet Kepemimpinan Kodim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf Priyo Handoyo Serahkan Jabatan kepada Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto

8 November 2026
Ragam

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026
TNI-POLRI

PENYELAM TNI AL DAN TIM GABUNGAN BERHASIL EVAKUASI FDR DAN EKOR HELIKOPTER MI-17V5 HA-5235

8 November 2026
TNI-POLRI

Pantang Menyerah, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Masyarakat Lanjutkan Pembangunan Jembatan

8 November 2026
TNI-POLRI

Penekanan Katim Wasev TMMD Ke-130 : Pentingnya Menjaga Solidaritas dan Kekompakan dengan Masyarakat

8 November 2026
TNI-POLRI

Kodim Banyumas Rampungkan Pembangunan Jalan dan Perluas Akses Air Bersih

8 November 2026
Next Post

Warga Cimahi Resah, Tabung Gas Sering Bocor

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021