Dari hasil berkeliling di stand peserta, Tedy mendengar acara ini diapresiasi oleh para pelaku industri. Setelah pandemi dan dihadapkan dengan kenaikan BBM, acara ini bisa dijadikan ikhtiar mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi.
“Mereka sangat terbantu dengan kondisi kita hari ini sedang menghadapi kenaikan BBM yang menyulitkan mereka. Tetapi dengan kolaborasi bersama Pemkot Bandung dalam hal ini Disdagin Kota Bandung, mereka mendapatkan tempat bergengsi secara gratis. Mudah-mudahan ini menjadi kegiatan rutin ke depannya, termasuk juga Dinas KUKM kita harapkan mengangkat UMKM yang ingin naik kelas,” tuturnya.
Secara kualitas, kata Tedy, produk dan kreasi dari sentra industri Kota Bandung ini tidak kalah dengan produk merk ternama. Dari sentra Binong misalnya, harga pakaian hasil rajut kualitas ekspor yang biasa dikenakan di Eropa diberi harga Rp150 ribu sampai Rp300 ribu.











