Ahmad mengatakan, untuk mancapai target juara, mengenalis kemampuan diri sendiri adalah keharusan. “Kemudian, kita harus tahu kemampuan calon lawan. Selanjutnya, kita kuasai arena pertempuran,” ucap Ahmad.
Dia mengatakan, saat PON XVIII yang berlangsung di Riau pada 2012, target Jawa Barat adalah memperbaiki posisi di klasemen. Target itu tercapai, Jawa Barat finis di posisi kedua.
“Itu menjadi bekal bagi kita. Bahwa kita tahu kemampuan lawan dan kemudian harus unggul dibanding mereka. Namun, untuk menuju yang kita inginkan, di dalamnya ada proses yaitu manajemen pembinaan, strategi, serta kolaborasi,” ucap Ahmad.
Ketua II KONI Jabar Bidang Pembinaan dan Prestasi, Yunyun Yudiana, menambahkan, untuk mencapai hattrick juara umum PON, Jawa Barat sebenarnya sudah memiliki modal. Yang paling nyata adalah atlet Jawa Barat menyumbang 30 persen medali emas di SEA Games 2021 yang berlangsung di Vietnam. Dari 69 medali emas yang diamankan Indonesia, 29 di antaranya merupakan hasil kontribusi atlet Jawa Barat.












