Bandung, BEDAnews
Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu yang merupakan daerah tujuan wisata di Jawa Barat, sejak Kamis (23/8/2012) dinaikkan statusnya menjadi waspada.
Berdasarkan evaluasi, sejak 13 Agustus 2012 teramati adanya peningkatan cukup signifikan aktivitas gempa vulkanik yang ditandai makin meningkatnya jumlah harian gempa vulkanik dangkal, maupun gempa vulkanik dalam aktivitas gempa vulkanik tersebut, demikian diungkapkan Kepala PVMBG Surono, ketika dihubungi wartawan, Jumat (24/8).
Surono menambahkan, aktivitas itu juga diikuti oleh tremor terus menerus selama 4 jam (amplituda 5-20 mm) pada 23 Agustus 2012, mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. “Sampai saat ini masih terekam gempa-gempa vulkanik dangkal,” katanya.
Sehingga dijelaskan Surono, berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, visual dan suhu air danau kawah serta analisis data tersebut, maka terhitung tanggal 23 Agustus 2012 pukul 23.00 WIB, status kegiatan Gunung Tangkuban Parahu dinaikkan dari Normal menjadi Waspada.
Dikatakannya, Gunung Tangkuban Perahu sejak 1 Juli hingga 22 Agustus 2012, terekam 264 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplituda maksimum 2-22 mm dan lama gempa 4-17 detik.
Tercatat juga sebanyak 16 kali gempa vulkanik dalam dengan amplituda maksimum 2-40 mm, S-P 0.5-4 detik dan lama gempa 5-18 detik. Selain itu, terekam sebanyak 18 kali gempa tektonik lokal, dan 50 kali gempa tektonik jauh.
Dengan adanya peningkatan status Waspada terhadap Gunung Tangkuban Parahu tersebut, PVMBG akan meningkatkan pemantauan secara intensif.
“Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka PVMBG akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan Gunung Tangkuban Parahu dan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat,” jelasnya.
Status kegiatan Gunung Tangkuban Parahu, akan diturunkan atau dinaikan jika terjadi penurunan atau peningkatan aktivitas vulkanik, jelas Surono. (Hermanto)











