KAB. BANDUNG || bedanews.com — Bagi masyarakat yang tidak berpuasa dan tak kuat menahan lapar, bisa secara leluasa menikmati kopi dan gorengan lainnya di warung-warung yang buka dari pukul 08.00 wib, juga mie rebus atau makan nasi dipinggir jalan.
Termasuk di depan pekantoran Pemerintah Kabupaten Bandung yang ada beberapa warung sengaja buka seolah tak mengindahkan kesucian bulan puasa.
Bahkan salah satu pedagang ketika ditanyakan bedanews.com, sebut saja RS, menjawab, “Kalau saya tidak berjualan gorengan, anak isteri mau makan apa,” katanya di Soreang, Selasa 4 April 2022.
RS mengakui kalau jualan di waktu menjelang buka puasa peminatnya agak kurang. Jadi ia sengaja berjualan di siang hari. Alasannya, warung nasi juga banyak yang buka, sedangkan ia yang merupakan pedagang kecil, kenapa harusb ditertibkan, “Kalau mau ditertibkan jangan pedagang kecil saja dong, tuh warung-warung nasi yang jelas keberadaannya tapi tak tersentuh,” ujarnya.
Sementara salah seorang warga Soreang yang minta dirahasiakan namanya, sebut saja MD, mengatakan, fenomena seperti itu memang terjadi di bulan puasa seperti tahun-tahun sebelumya. Alasan yang dikemukakan pedagang masih seputar perekonomian atau pendapatan kalau tak dagang tak bisa melangsungkan hidupnya.
Padahal MD mengharapkan agar para pedagang bisa menggelar dagangannya sekitar pukul 17.00 wib, tujuannya untuk menghindari orang makan disembarang tempat yang bisa mengganggu kekhusyuan umat muslim yang sedang berpuasa.
“Untuk itu saya mohon kepada Pemkab Bandung untuk segera melakukan tindakan tegas dengan keadaan itu,” ujarnya.***













