Namun, secara tidak sengaja namanya masuk koran pada tahun 1904.
Bukan karena keberhasilannya berdagang. Bukan pula karena ia telah menunaikan ibadah haji.
Ia masuk koran karena rumahnya kemalingan.
Surat kabar De Locomotief edisi 26 Januari 1904 memuat berita pendek berjudul Diefstal van f 1950. Berita tersebut menyebut dengan jelas seorang Hadji Said yang tinggal di dessa Loireng. Ketika Haji Said sedang tidak berada di rumah, tiga orang bernama Kahono, Gegeh, dan Saribin masuk ke rumahnya, membongkar peti uang, lalu membawa kabur 1.950 gulden uang tunai. Setelah pulang, Haji Said segera melapor kepada Asisten Wedana. Dua orang tersangka kemudian berhasil ditangkap, sementara seorang lainnya masih dicari ketika berita itu diterbitkan. Transkripsi berita De Locomotief tersebut masih dapat dibaca dalam dokumentasi Memori Sejarah yang merujuk koleksi Delpher.













