OpiniSosok

Susi Magdalena, Ph.D Mimpi Pun Tidak Pernah Menikah Di Masjid KATEDRAL MOSKOW RUSIA

BANDUNG, BEDAnews.com – Susi Magdalena,  Ph.D dosen jurusan  Bahasa dan Sastra Rusia  Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, tidak pernah menyangka, apalagi bermimpi kelak akan menikah di negeri orang apalagi di negeri Rusia yang notabene  dikenal sebagai negara komunis pada masa Uni Soviet berkuasa. 

Yang tidak  disangka-sangkanya lagi,  yang membuat hatinya terharu dan bangga,  ia menikah di Masjid  Katedral Moskow atau Masjid Tatar, masjid tertua kedua di Rusia yang merupakan masjid terbesar di Eropa. Di Masjid itulah Susi dan Awal Uzhara,  dinikahkan oleh Imam masjid dalam bahasa Rusia bercampur bahasa Arab.  

Pernikahan Susi dan Awal,  boleh dikata sangat unik. Tahun 2004, adalah pertama bertemu dengan Awal. Namun itu tak lama, dia sudah balik lagi ke Indonesia. Tahun 2005 Susi kembali bertemu Awal, seorang pria Indonesia yang kuliah jurusan penyutradaraan di  VGIK institut  Cinematografi, yaitu institut  paling tua di Eropa.

Kenapa pernikahannya dikatakan unik, karena mereka menikah di usia yang tidak muda lagi,  Susi 49 tahun masih status jomblo,  dan Awal seorang duda beranak satu berusia 64 tahun.  Status duda Awal karena iterinya yang berkebangsaan Rusia meninggal.

Bukan umur mereka saja yang sudah tidak muda lagi,  tapi tempat mereka menikah pun tanpa sengaja di masjid tertua kedua di Rusia, dan sang suami pun belajar sutradara di institut yang paling tua di Eropa. 

Bagi Susi sendiri nama Awal juga punya kesan tersendiri.  Di Rusia ia ketemu jodohnya dengan pria bernama Awal,  dan Dubes Indonesia  waktu ia menikah pun bernama Awal juga yaitu Hamid Awaludin yang membuat pesta pernikahannya bersama ibu-ibu di KBRI.

Perbedaan usia yang sangat jauh yaitu 15 tahun  tidak menghalangi  Susi dan Awal Uzhara membangun  kemersraan dalam berumah tangga.   

“Kami menikah karena memiliki hobby yang sama. Kami senang novel, balet, opera, lukisan dan budaya Rusia. Suamilah yang bisa menjawab   pertanyaan saya tentang seluk beluk  budaya Rusia,” jelas Susi kepada Siti Sundari dari bedanews.com  dalam suatu kesempatan wawancara khusus pada 5 Juni 2020 di kediamannya di Bandung.

Masjid Tatar Moskow, tempat berangsung pernikahan Susi dan Awal Uzhara tahun 2009

Bagi Susi,  Awal Uzhara,  bukan sekedar suami, tapi ia adalah dewa penolongnya saat ia tugas belajar atau  menjadi pembicara di berbagai perguruan tinggi Rusia. Sang suami yang amat fasih dan paham tentang bahasa dan budaya Rusia,  mempermudah Susi dalam proses penterjemahan dari Bahasa Rusia ke Bahasa  Indonesia.

“Nonsen kita bisa menterjemahkan suatu bahasa asing ke bahasa kita tanpa kita menguasai budaya negara  yang bersangkutan,” tegas Susi yang lulusan Bahasa dan Sastra Rusia UNPAD angkatan 1980.

Sebaga dosen senior di Fakultas Sastra  jurusan Bahasa dan Sastra Rusia (sekarang Fakultas Ilmu Budaya), Susi sering diundang sebagai pembicara  di perguruan tinggi , Pusat Pendidikan dan Penelitian di Rusia atau di negara pecahan bekas Uni Soviet seperti di Petterburg,  Siberia, dan Uzbekistan.

Begitulah Susi dan Awal Uzhara, mengarungi biduk rumah tangga. Nonton opera,  balet,  pertunjukan musik,  diskusi budaya dan bahasa, jalan-jalan ke tempat bersejarah dan indah, makan malam,  membentuk kemesraan tersendiri bagi mereka berdua yang sama-sama menyadari usianya sudah tak muda lagi. Selagi ada waktu mereka nikmati dengan sebaik-baiknya.

Namun sayang,  kebahagiaan itu tak berlangsung  lama. Pernikahan dan kebersamaannya  hanya berumur 8 tahun. Dari menikah tahun 2009, tahun 2013 sang belahan jiwanya jatuh sakit dan meninggal tahun 2017.

Kini, tinggallah Susi sendiri tanpa ada sang suami yang menemani.  Namun doa selalu dipanjatkan setiap hari. Kebersamaan serta kemesraan  bersama Awal Uzhara selalu terkenang di dalam hati selamanya. 

Susi tetap tegar.  Ia tetap semangat mengajar Bahasa Rusia. Dan bahagia bila sudah bertemu para mahasiswanya. Tiap tahun ia  selalu punya agenda untuk berkunjung ke Rusia.  Selain dinas,  tugas belajar,  atau undangan menjadi pembicara salah satu perguruan tinggi,  juga untuk melepas rindu dengan Allan Awal Ushara,  anak semata wayang Awal Uzhara yang tinggal di Moskow. 

Allan Uzhara,  28 tahun,  walau bukan anak kandungnya, namun bagi Susi sudah seperti anak kandungnya sendiri.  Begitupun Allan, begitu menyayangi dan menghormati Susi seperti ibu kandungnya sendiri.

Mereka sering bertemu dan berkunjung,  bolak balik Indonesia – Rusia.  Sistem kekerabatan  Rusia yang tidak dekat,  dengan adanya Susi yang orang Indonesia,  yang kekerabatannya kental,  adalah surga bagi Allan. Tak ada saudara,  tak ada siapa-siapa sanak keluarganya,  tapi dia punya seorang Susi Magdalena, yang menyayangi dengan  tulus dan bisa diandalkan untuk berbagi kehidupan,  sama seperti sang ayah  yang kini telah tiada. (Siti Sundari)  

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close