Jika melirik pada konesp Islam, maka Islam memandang bahwa sumber daya manusia adalah kekuatan peradaban dan kecemerlangan pemikirannya adalah kekayaan tak ternilai, yang semuanya itu semata-mata menjadi bekal untuk menuju ketaatan kepada Allah SWT.
Maka dengan itulah, umat Islam akan beroleh posisi selaku khairu ummah (umat terbaik). Firman Allah SWT, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran: 110).
Inilah hakikat pengurusan urusan umat di dalam Islam. Karena sejatinya, esensi dari ajaran Islam tidak hanya mengatur perkara akidah semata, melainkan perkara pengaturan urusan umat yaitu yang disebut Islam politik. Politik adalah unsur terpenting di dalam Islam. Kesalahan memaknai politik menjadi makna dalam konteks sekuler, akan berakibat pada kesalahan output pelaksanaan kebijakan publik.













