Garut, BEDAnews
STOK daging dan telur di Kabupaten Garut untuk Idul Fitri tahun ini dipastikan aman. Produksi daging ayam selama Ramadhan dan menjelang Lebaran sebanyak 34.606.319 ekor (27,789 ton), sedangkan kebutuhannya hanya 11.539.615 ekor (12.001 ton). Sedangkan stok daging sapi 48.408 ekor (7.158 ton), kebutuhannya hanya 11.680 ekor (1.727,12 ton).
“Kita mengalami kelebihan stok daging, jadi tidak akan ada masalah menghadapi lebaran nanti. Yang lebih penting kita meningkatkan jaminan keamanan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1436 H ini, sebab banyak isu peredaran daging celeng terkait dengan lonjakan harga di pasaran menjelang Idul Fitri,” ujar Kepala Bidang Bina Usaha (Binus) Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) Kabupaten Garut Ir Aef Asmullah, Selasa (30/6) di ruang kerjanya.
Kepala Bidang Kesehatan Makanan dan Hewan (Kesmawan) Ir Iman Budiman, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah mengawasi peredaran makanan terutama menjelang lebaran, khususnya produk pangan asal hewan (PAH) yang dikonsumsi masyarakat.
Itu dilakukan untuk menciptakan keamanan di lingkungan masyarakat dalam mengkonsumsi produk hewan halal, aman, utuh dan sehat. Pengawasan dilakukan bukan hanya di pasar, tetapi juga ke sejumlah supermarket. Sejak 19 Februari 2015, ditemukan dua produk PAH semacam sosis yang sudah kadaluarsa, sehingga ditarik dan dikembalikan kepada pihak produsen untuk tidak dijual.
Ditemukan juga daging sapi yang sudah berubah warna yang tidak layak dikonsumsi, termasuk produk baso yang tidak memakai expired date sehingga bias membahayakan konsumen. “Kami sarankan kepada masyarakat agar hati-hati membeli produk PAH, lihat dulu masa kadaluarsanya,” imbau Iman.[sighar]












