Sungguh, stigmatisasi ini memunculkan kebencian dan ketakutan berlebih di kalangan umat Islam sendiri. Sehingga Islamofobia merebak di mana-mana. Sebenarnya Islamofobia memiliki akar sejarah panjang, ia tidak bisa dipisahkan dari perseteruan Islam dan Nasrani.
Titik puncaknya, pada Perang Salib yang berlangsung lebih dari dua abad (antara 1095-1291 M). Karena itu, sesungguhnya merupakan bentuk dari Perang Salib di era modern saat ini.
Pada perkembangannya, narasi-narasi kebencian terhadap Islam dan ajarannya telah meluas hingga ke negeri Barat. Bahkan hal ini menjadi industri untuk didagangkan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk membangun stigma negatif terhadap Islam dan ajarannya, dalam kurun waktu 2003-2013 mencapai Rp28 triliun.













