B50 merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar dan memanfaatkan sumber daya domestik. Namun, keberhasilannya harus dinilai secara menyeluruh: apakah penghematan impor benar-benar tercapai, bagaimana biaya pelaksanaannya, apakah pasokan bahan baku mencukupi, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan serta penggunaan lahan.
Diversifikasi energi juga tidak boleh berhenti pada biodiesel. Indonesia perlu memperkuat efisiensi energi, mengembangkan sumber energi terbarukan, meningkatkan kapasitas penyimpanan, serta membangun sistem distribusi yang lebih tahan terhadap gangguan.
Yang terpenting, B50 tidak boleh diposisikan sebagai jawaban tunggal atas kelangkaan BBM saat ini. Program tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang, sedangkan masyarakat yang menghadapi antrean membutuhkan penyelesaian segera.













