Artinya, “Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Al-Qasas ayat 56)
Dalam sebuah riwayat dalam Tafsir Ibn Katsir, diriwayatkan bahwa ayat tersebut turun ketika ajal mendekati Abu Thalib, paman Rasulullah SAW.
Saat itu Rasulullah SAW mengajak pamannya tersebut untuk menyebut kalimat tauhid, namun hingga akhir hayatnya, bibir pamannya tersebut tidak jua menyebut kalimat tauhid.
- Bersungguh-sungguh
Untuk berubah dan mendapatkan petunjuk, maka harus dilakukan dengan mujahadah, baik dengan doa maupun ikhtiar. Sebagaimana firman Allah SWT,
Artinya, “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Surah Al-‘Ankabut ayat 69).
- Mengikuti langkah orang-orang yang ikhlas
Agar perubahan yang kita lakukan tidak salah jalan, tidak tersesat. Maka kita perlu memiliki seseorang yang dapat membimbing kita, menemani kita, bahkan menegur kita dalam perjalanan kita untuk berubah. Waktu terus berlalu, dan masa berjalan tanpa terasa. Detik ke menit, jam berganti hari, bulan berjalan ke tahun, tak bisa ditahan. Sang Pengatur Ketentuan telah mengalirkan zaman ke zaman sesuai alur kepastian-Nya. Dari sanalah usia merambat bilangan angka. Dari sana pula sisa umur semakin menuju titik akhir. Pertanyaannya adalah: Semakin berkahkah usia kita? Sebuah pertanyaan singkat yang hanya bisa disikapi dengan refleksi dari sejarah panjang perjalanan hidup yang telah dilalui.













