Dalam tafsir Ibn Katsir, kata “kabiirah” memiliki makna sebagai “masyaqqah tsaqiilah” atau sesuatu kesulitan yang sangat berat. Lalu apa makna orang yang khusyu’ dalam ayat itu. Dalam tafsir Ibn Katsir dijelaskan, Abi Talhah menjelaskan, dari Ibn Abbas, bahwa orang yang khusyu adalah “يعني المصدقين بما أنزل الله “, orang yang percaya dengan apa yang diturunkan Allah SWT.
Dari ayat tersebut, jelas bahwa sebuah perubahan perlu sebuah perjuangan yang tidak mudah. Jika kita mengenang bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat hijrah dari Mekkah ke Madinah, kita tentu akan menyadari betapa beratnya perjuangan beliau dalam memperjuangkan agama Islam ini.
Ada 3 pembelajaran yang dapat menguatkan semangat dan langkah kita untuk berubah, antara lain:
- Memohon petunjuk/hidayah dan pertolongan kepada Allah
Pada setiap rakaat shalat, kita selalu membaca surat Al-Fatihah, dimana kita menyampaikan doa kita agar kita mendapat hidayah. Hidayah merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya. Batas yang memisahkan antara orang yang masuk ke surga dan neraka adalah kalimat syahadat. Kalimat syahadat, secara verbal tidaklah panjang, namun betapa beratnya untuk diucapkan jika seseorang tidak mendapat hidayah. Bahkan Rasulullah sendiri tidak dapat memberi hidayah kepada pamannya.













