“Kami di DPRD terus mengawal pembangunan dan SOP SPPG agar program ini berjalan sesuai tujuan. Pemerintah daerah dan masyarakat harus bersama-sama memastikan manfaat program ini benar-benar dirasakan warga lokal,” jelasnya.
Ia juga mengimbau agar lebih banyak warga sekitar dapur yang dilibatkan dalam operasional, sehingga dampak ekonomi bisa langsung dirasakan masyarakat Bogor.
Dari sisi teknis pelaksanaan, perwakilan Badan Gizi Nasional, Ari Yulianto, menjelaskan bahwa program MBG dijalankan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2024.
“Program ini adalah inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mencapai generasi emas 2045. Selain memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan menyusui, MBG juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memberdayakan produsen dan tenaga kerja di sekitar dapur SPPG,” jelasnya.












