Ia meyakini bahwa ketika masyarakat terlibat sebagai penerima manfaat sekaligus pelaku dalam rantai usaha pangan, dampaknya akan terasa tidak hanya pada kesehatan anak-anak, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi local.
“Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa peningkatan kualitas gizi merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Program MBG bukan sekadar penyediaan makanan bergizi, tetapi juga penguatan pengetahuan dan kesadaran mengenai praktik hidup sehat, kebersihan, serta perhatian pada tumbuh kembang anak,” imbuh Riyan.
Kolaborasi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, dan masyarakat Purwakarta menjadi langkah strategis dalam mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berdaya sebagai fondasi masa depan bangsa. (Red)












