Ia menyampaikan bahwa pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia remaja menentukan kemampuan seseorang dalam belajar, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Gizi yang baik sejak dini membawa dampak langsung pada tumbuh kembang, kualitas berpikir, dan daya saing generasi kita,” ucap Edy Wuryanto.
Sementara itu, Direktur Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Gunalan menjelaskan bahwa program MBG bukan hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk kader desa, posyandu, lembaga pendidikan, hingga sektor swasta dan perguruan tinggi.
“Partisipasi masyarakat adalah kekuatan utama program ini. Semakin banyak yang terlibat, semakin luas dampak yang dapat dirasakan,” jelasnya.













