Ia menambahkan bahwa pemerataan akses terhadap makanan bergizi menjadi kunci untuk menekan kesenjangan sosial yang kerap bermula dari ketimpangan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Menurutnya, pemberian makanan bergizi secara rutin tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga pada kesiapan generasi muda dalam meraih masa depan yang lebih baik.
“Dengan pemerataan gizi, peluang keberhasilan tidak hanya dimiliki oleh kelompok tertentu, sehingga kesenjangan sosial dapat ditekan. Pemberian makanan bergizi secara rutin juga berperan dalam membentuk kondisi fisik yang lebih ideal serta menurunkan angka stunting,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurhadi juga menyinggung praktik baik dari negara lain sebagai inspirasi. Ia menyebut bahwa sejak puluhan tahun lalu Jepang telah menjalankan program makanan bergizi gratis di sekolah yang berkontribusi terhadap kualitas pertumbuhan generasi mudanya.













