“MBG hadir dengan latar belakang masalah gizi yang masih stagnan, ketimpangan akses pangan, hingga ketidakstabilan ekonomi. Harapan kami, program ini mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga Indonesia,” jelasnya.
Ia juga menerangkan sasaran MBG yang mencakup peserta didik mulai dari TK hingga SMA/SMK dan pendidikan pesantren, serta kelompok non-didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menurutnya ada empat standar pelaksanaan MBG yang wajib diperhatikan yakni kecukupan kalori, komposisi gizi, standar higienis, dan standar keamanan.
Kemudian, Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Ismail Namsah, menyampaikan pendapatnya dengan menggarisbawahi bahwa MBG tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga berdampak pada banyak sektor.












