“Urusan makan bukan hanya soal kenyang, tetapi kualitas makanan yang menentukan kualitas pikiran, tindakan, dan hasil kerja kita,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program MBG memiliki dampak luas, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan pelaku UMKM, petani, dan nelayan lokal menjadi bukti bahwa program ini mampu mendorong perputaran ekonomi daerah.
“Program ini bukan sekadar kebijakan sosial, tetapi langkah nyata untuk memperkuat ekonomi rakyat dan mengurangi ketimpangan,” lanjutnya.
MBG merupakan bagian dari strategi besar dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas gizi masyarakat. Program ini mengedepankan pendekatan berbasis ekosistem dengan memanfaatkan potensi pangan lokal serta melibatkan tenaga ahli gizi di daerah.













