“Regulasi yang disusun tidak hanya soal distribusi pangan, tetapi juga bagaimana program ini memperkuat pertanian, perikanan, dan UMKM daerah. Dengan begitu, MBG menjadi penggerak ekonomi berbasis komunitas,” jelasnya.
Dari sisi pelaksanaan teknis, Tati Herlia, dari Badan Gizi Nasional menuturkan bahwa program ini dijalankan dengan sistem pengawasan digital agar penyaluran tepat sasaran dan merata.
“Menu disusun ahli gizi dengan bahan lokal agar selain memenuhi nutrisi anak, juga mendorong ekonomi daerah. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program ini membuka lapangan kerja baru dan memperkuat rantai pasok pangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan MBG di Jawa Barat, termasuk Cirebon, membutuhkan dukungan bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Dengan kolaborasi yang baik, manfaat MBG akan terasa nyata, berkelanjutan, dan menjadi investasi penting bagi generasi emas 2045,” tutupnya.













