“Jika kebutuhan gizi di masa ini tidak terpenuhi, dampaknya bersifat permanen. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan banyak pihak,” ucap Netty Prasetiyani.
Ia juga menilai Program MBG sebagai solusi konkret dalam memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus memberdayakan ekonomi lokal. “Kunci pencegahan stunting adalah kolaborasi, bukan kerja sendiri-sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI Dapil Jawa Timur VIII Meitri Citra Wardani menilai Program MBG bukan hanya program pemberian makanan, tetapi langkah strategis untuk memperbaiki kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Selain memperbaiki gizi, MBG juga menghidupkan perekonomian daerah karena melibatkan UMKM, petani, dan koperasi lokal,” jelasnya.













