Ia juga menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan dan pendidikan anak, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah.
“Di berbagai daerah yang sudah menjalankan program ini, kita melihat dampak yang nyata. Tingkat kehadiran siswa meningkat, konsentrasi belajar membaik, dan orang tua merasa terbantu karena pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi anak berkurang. Bahkan, program ini juga membuka lapangan kerja baru. Satu dapur SPPG dapat menyerap puluhan tenaga kerja dari masyarakat sekitar dan menggerakkan ekonomi desa melalui pembelian bahan pangan lokal seperti beras, telur, sayur, ayam, dan ikan,” jelasnya.
Meski demikian, Mariana mengakui bahwa pelaksanaan program yang masih berjalan dalam tahap pengembangan membutuhkan pengawasan bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.













