Menurutnya, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan gizi, di antaranya angka stunting yang masih tinggi dan cenderung stagnan, persoalan gizi ganda dan anemia, ketimpangan akses terhadap pangan bergizi, serta dampak ketidakstabilan ekonomi dan kemiskinan.
“Maka dari itu, kami berupaya agar tujuan Program MBG ini dapat berjalan dengan lancar, yakni meningkatkan akses makanan bergizi, meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat, serta membangun pola makan sehat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan empat standar utama yang diterapkan dalam pelaksanaan MBG oleh BGN, yakni kecukupan kalori, komposisi kandungan gizi, standar higienis, serta standar keamanan pangan.
Standar tersebut menjadi acuan agar makanan yang diberikan benar-benar sehat, bergizi seimbang, dan aman dikonsumsi oleh para penerima manfaat.












