Teguh juga menegaskan bahwa seluruh makanan yang disalurkan dalam program ini telah memenuhi empat standar utama, yakni kecukupan kalori, komposisi gizi, standar higienitas, dan keamanan pangan.
Merespon hal tersebut, tokoh masyarakat Nganjuk, Tsuroiya Ridho Akbar, menyebut MBG sebagai inisiatif strategis yang tak hanya menyehatkan, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal.
“Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal pangan, tapi soal masa depan. Ketika anak-anak tumbuh dengan gizi cukup, mereka tumbuh cerdas, sehat, dan siap bersaing. Ini investasi jangka panjang untuk bangsa,” tegasnya.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat semakin memahami pentingnya gizi seimbang serta turut berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan MBG di daerah masing-masing. MBG diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi emas yang sehat, tangguh, dan berdaya saing tinggi.













