Menurutnya, pembangunan SDM harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. Oleh karena itu, sasaran program MBG mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak sekolah.
“Program MBG sudah lama dilaksanakan di beberapa negara maju. Jepang sudah lebih dari satu abad, Brasil puluhan tahun. Kita memang baru memulai, tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” ujarnya.
Yahya menekankan bahwa manfaat program ini sangat besar, tidak hanya dalam meningkatkan kecerdasan dan kualitas generasi muda, tetapi juga dalam menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa di wilayah Madiun, angka stunting menunjukkan tren penurunan berdasarkan informasi yang diterimanya.
Selain dampak kesehatan, Program MBG juga memberikan manfaat ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi di daerah.













