“Program ini lahir dari kepedulian Presiden untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dengan gizi yang cukup dan seimbang. Kita ingin tidak ada lagi anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujar Muh Haris.
Ia menegaskan, MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan strategi besar untuk menciptakan masa depan bangsa yang lebih sehat dan produktif.
“Sosialisasi ini menjadi ruang bertemunya harapan, kebijakan, dan tekad untuk membentuk Indonesia yang sehat dan berdaya saing global,” tambahnya.
Sementara itu, Puslaik Baloghan Robby Andreas Iskandar menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“MBG bukan hanya memberi makan, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Dari petani, pedagang, hingga penyedia jasa lokal ikut mendapatkan manfaat. Ini adalah bentuk investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Robby.












