Selain aspek kesehatan, ia juga menyoroti dampak ekonomi dari pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, MBG mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dan UMKM dalam penyediaan bahan pangan seperti beras, telur, dan sayuran. Program ini juga membuka peluang kerja baru melalui dapur pelayanan gizi yang melibatkan tenaga kerja setempat.
Dengan adanya dukungan anggaran dari pemerintah, Sahidin optimistis program ini dapat memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi penerima makanan bergizi tetapi juga bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas ekonomi lokal.
Ia pun mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program agar berjalan optimal dan tepat sasaran. Menurutnya, sinergi yang baik akan memastikan Program MBG benar-benar memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.













