Program ini sendiri berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional yang saat ini masih terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan di lapangan.
“Kritik dan masukan dari berbagai pihak melalui sosial media maupun secara langsung membuktikan bahwa masyarakat peduli terhadap program ini. Hal ini menjadi evaluasi bagi kami sebagai pelaksanan agar terus berbenah untuk melaksanakan program makan bergizi gratis menjadi semakin baik.” Ujar Teti.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sasaran utama program ini adalah ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta siswa sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA. Program tersebut diharapkan mampu menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.
Selain meningkatkan gizi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan petani, peternak, dan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan pangan. Dengan dukungan masyarakat, Teti Rohatiningsih berharap program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.












