Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi kolektif agar dampak program ini dapat dirasakan secara inklusif. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam operasional program akan memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa serta menjadi solusi preventif terhadap berbagai persoalan gizi di wilayah tersebut.
Senada dengan hal itu, perwakilan Badan Gizi Nasional, Syartiwidya, yang turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, mempertegas bahwa intervensi gizi yang tepat sasaran sejak 1.000 hari pertama kehidupan adalah kunci utama dalam memutus rantai stunting.
Melalui sosialisasi ini, Maharani berharap terbangun pemahaman yang mendalam di tengah masyarakat mengenai pentingnya pola pangan bergizi, sekaligus memastikan kesiapan warga dalam menyukseskan implementasi Program Makan Bergizi Gratis demi masa depan generasi Indonesia yang lebih kompetitif.













