Selain itu, ia juga ensosialisasikan kebijakan tersebut kepada seluruh anggota komunitas sekolah, termasuk siswa, orangtua, dan pegawai, agar semuanya memahami pentingnya mencegah tindakan tersebut.
“Melakukan pengawasan yang ketat terhadap kegiatan di sekolah, terutama pada area yang berpotensi menjadi tempat praktik pungli dan bullying,” tegasnya
Sekolah membangun sistem pelaporan yang aman dan terpercaya sehingga orang yang menjadi korban atau menyaksikan pungli dan bullying dapat melaporkan dengan mudah ke kepala sekolah.
“Merespons kasus pungli dan bullying dengan cepat dan adil, memberikan dukungan kepada korban, dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku,” ujarnya.
Ruruh menyebutkan, pihaknya melibatkan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah untuk membentuk perilaku positif dan menghindari perilaku negatif seperti pungli dan bullying.













