Ciamis, BEDAnews
Menjelang Ramadhan, Objek wisata Situ Lengkong Panjalu mengalami peningkatan pengunjung. Jika dihari biasa pengunjung rata-rata 900 orang, sekarang pengunjung bisa mencapai 3600 – 4000 orang perharinya.
Peningkatan terjadi setiap tahunnya pada bulan Maulid, jelang Ramadhan dan hari lebaran, serta hari liburan, dan kebanyakan para pengunjung atau penziarah datang dari Ciamis, Jawa Tengah, Jawa Timur, luar Jawa seperti Madura, Lampung, Jambi dan lain-lain.
Mereka berziarah ke makam leluhur kerajaan Galuh Panjalu Prabu Dipati Arya Kencana (Borosngora), yang pertama kali menyebarkan Agama Islam di wilayah Tatar panjalu dan Tatar Galuh Ciamis, demikian diungkapkan Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata UPTD Kawali, Caryoman kepada BEDAnews.com, Minggu (30/6/2013).
Dijelaskan Caryoman, Situ Lengkong berada di Desa Panjalu kecamatan Panjalu, Ciamis yang bisa diakses melalui jalan darat dari arah Bandung melalui Pamoyanan Kadipaten, Tasikmalaya, dan dari arah timur lewat jalur Kawali, serta dari arah utara lewat Sukamantri – Majalengka.
Situ Lengkong adalah danau seluas 57,9 Hektar dengan pulau ditengahnya seluas 9,25 Hektar yang disebut Nusa Gede. Pulau tersebut merupakan hutan lindung, dan disana terdapat makam Borosngora.
Untuk bisa sampai ke situs purbakala tersebut, para peziarah harus menyebrangi danau dengan perahu dayung. ”Kebanyakan dari mereka sebelum masuk / menyebrang ke Nusa Gede, berkeliling dulu dengan perahu mengitari Nusa Gede menikmati wisata air, melihat keasrian, hawa sejuk segar hutan lindung dengan banyaknya kalong (kelelawar raksasa, red) yang bergelantungan dipepohonan,” ujarnya.
Pesona yang ditawarkan Objek Wisata Situ Lengkong menurut Caryoman, bukan hanya wisata religi, tapi juga wisata umum dimana wisatawan bisa berdayung perahu, angsa air, memancing, menikmati panorama alam, air, dan hutan, yang sudah dilengkapi sarana pendukung kepariwisataan seperti lahan parkir, tempat ibadah, wc umum, kios-kios cendramata / souvenir, dan lain-lain.
Situ Lengkong masih perlu penataan dan pengembangan lebih lanjut agar aset pariwisata bisa tergali, seperti infrastruktur, management, investor, dan lain-lain. “Saya berharap, Pemda Ciamis maupun pusat bisa memberikan perhatian lebih kepada Situ Lengkong,” ujar Caryoman. (abraham)











