Keempat, Dalam sembahan kaum non-Muslim, Moh.E.Hasim beranggapan Islam memiliki Tuhan berbeda dengan ajaran non Muslim terutama kaum ahli kitab sekarang (Yahudi -Nasrani). Karena ajarannya sudah menyimpang dari ajaran yang dibawa Isa dan Musa.
Kelima, Dalam masalah keselamatan bagi non-Muslim, Ia meyakini semua Nabi yang diturunkan sebelum Muhammad SAW adalah ajaran Islam, karena semua para nabi dan pengikutnya sebelum Muhammad SAW mendapat keselamatan di Akhirat.Hal ini tidak berlaku bagi kaum non-Muslim. Penafsiran Moh.E.Hasim terhadapa non-Muslim dalam tafsir ayat suci lenyeupaneun terkait lima tema tersebut, menunjukan sikap yang cenderung eksklusif terhadap kaum non-Muslim.Sedangkan sebaliknya sikap inkklusif merupakan sikap cenderung terbuka, pluralis terhadap non-Muslim.













